Bertoleransi sangat di butuhkan bagi setiap individu ini bertujuan untuk
menjaga kedamaian antar sesama manusa. Dengan melakukan sikap toleransi maka
kita sudah menghargai hak asasi manusia seseorang dan pastinya akan mendapatkan
manfaat positif. Maka dari itu kita harus saling hormat menghormati dan menjaga
sikap kita terhadap sesama. Bagi saya toleransi perlu diutamakan untuk menjalin
silaturahmi. Bersilaturahmi bisa dengan saudara maupun orang tua atau labih
luas lagi dengan masyarakat di sekitar kita.
Pengalaman saya tentang bertoleransi adalah saat saya mengikuti kegiatan
ekstra kulikuler pencak silat di bangku sekolah mengah pertama. Pencak silat atau silat
atau juga bisa diartikan silaturahmi adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku
bangsa Nusantara. Ada pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha,
dan Islam dalam pencak silat. pencak silat menjadi salah satu
alat pemersatu nusantara, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi
identitas bangsa. Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan
karakter mulia seseorang. Budaya dan permainan "seni" pencak silat
ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada
umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana
tradisional. Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam
menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung
menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat. Ini
berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba
menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek
olahraga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk
tunggal, ganda atau regu.
Beberapa orang mungkin mengangap bahwa pencak silat itu adalah olah raga
yang syarat dengan kekerasan dan terkesan menyeramkan. Bukti nyata banyak para
orang tua tidak memperbolehkan anaknya berlatih pencak silat lebih-lebih untuk
anak gadis. Tapi melihat dari penjelasan sebelumya, sebenarnya banyak manfaat
yang bisa diambil dari seni beladiri pencak silat. Pelatih saya pernah
mengatakan lebih baik saya mendapat satu pukulan saat berlatih dari pada mendapat
banyak pukulan dari penjahat. Contohnya saat saya sedang berlatih tanding kami
mungking melempar satu pukulan kepada lawan kami, tapi itu semua seperti adegan
dalam film dimana adegan pukulan memang sudah di sekenario. Pelatih saya pernah
mengatakan lebih baik saya mendapat satu pukulan saat berlatih dari pada mendapat
banyak pukulan dari penjahat. Setelah kami menyelesaikan latihan tidak ada
dendam atau pun amarah dalam diri kami. Itu semua karena kami mengetahui bahwa
latihan itu bertujuan untuk menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengenal
satu sama lain. Dengan mengenal satu sama lain akan timmbul toleransi dan persahabatan
antar petarung.
Contoh toleransi yang ada pada silat bukan hanya sampai disitu tapi juga
terhadap perbedaan suku ras dan agama. Petarung pencak silat bukan hanya dari
betawi atau yang beragama islam saja tetapi juga berasal dari berbagai penjuru
nusantara. Itu dikarenakan ada perpaduan Cina, agama Hindu, Budha,
dan Islam dalam pencak silat. Maka dari itu banyak sekali
perbedaan yang dapat dilihat antar petarung, walau begitu perbedaan bukan
halangan untuk berlatih bersama dan mengasah kemampuan bertarung. Perbedaan ini
juga menimbulkan berbagai pengalaman baru untuk lebih memperkuat satu sama lain.
Kesimpulannya silat merupakan kesenian yang berpengaruh untuk
menumbuhkan sikap toleransi antar manusia. Dalam pencak silat juga diajarkan
untuk saling perduli dan tolong menolong terhadap yang membutuhkan pertolongan
dan saling hormat menghormati. Selain itu dengan berlatih pencak silat dapat
menyehatkan jasmani dan rohani kita
0 komentar:
Posting Komentar