Mengakui
Kesalahan Pada Diri Sendiri
Sebagai
manusia kita pasti pernah mengalami sebuah kesalahan. Berbuat salah dapat
menghilangkan kepercayaan dari orang lain. Hal ini dikarenakan kepercayaan
diantara sesama dibangun melalui kejujuran.Berbuat salah bisa jadi berbuat
salah dengan keluarga, teman atau orang yang baru saja bertemu dengan kita. Sebuah
kesalahan yang kita lakukan bisa jadi menjadi sebuah bencana bagi kita di masa
mendatang. Selain itu berbuat salah juga dapat menghilangkan kepercayaan dari
orang lain. Hal ini dikarenakan kepercayaan diantara sesama dibangun melalui
kejujuran. Maka dari itu mengakui sebuah kesalahan dan memperbaikinya sangatlah
penting.
Mengakui
kesalahan itu bukan hal yang mudah terutama dalam diri kita sendiri. Sebagaimana
umumnya, kita sendiri kadang merasa malu mengakui kesalahan yang kita perbuat,
dan orang yang membuat banyak kesalahan dianggap sebagai orang bodoh. Namun,
kecerdasan bukanlah hal yang tidak tetap, dan seseorang tidak harus dinilai
berdasarkan kesalahannya. Sebuah cara baru untuk berurusan dengan kesalahan
dimulai dengan mengatakan “Ah! itu menarik”, bukan “Ups! salah” ketika Anda
membuat kesalahan. Sekarang, mengapa kita harus menerapkan perubahan ini dalam
reaksi setelah membuat kesalahan? Hal ini karena kesalahan adalah guru sejati
kita, dan orang yang membuat kesalahan lebih banyak, maka semakin belajar lebih
banyak.
Menurut pribadi saya dimasa lampau
mengakui kesalahan itu adalah hal yang sulit, karena apabila saya mengakui
kesalahan akan terjadi sesuatu yang tidak mengenakan bagi diri saya. Dan saya
akan malu karena telah melakukan kesalahan tersebut. tapi setelah saya beranjak
dewasa, saya sudah mulai mengerti apa itu arti sebenarnya dari mengakui
kesalahan pada diri sendiri. Apabila saya telah berani mengakui sebuah
kesalahan, saya merasakan dihati saya, kalau saya telah melakukan hal yang
benar, dan saya merasa bangga melakukan hal tersebut, walaupun ada hukuman
untuk sesuatu yang telah saya akui.
Contoh
kesalahan yang pernah saya lakukan adalah pada saat saya masih duduk di bangku
sma. Pada saat itu saya sedang mengikuti pelajaran fisika di di sekolah. Pada saat
guru saya sedang menerangkan materi yang sedang di pelajari hari itu tapi ada
teman saya yang tidak mendengarkan pelajaran tersebut. Setelah guru saya
selesai menerangkan pelajaran tersebut, teman saya bertanya pada saya mengenai
materi yang sedang di pelajari. Saya membantu teman saya dan menerangkan materi
yang telah saya pahami kepada teman saya. Tetapi ada beberapa materi yang salah
saat saya menjelaskannya karena saya merasa percaya diri bahwa saya sudah
memahami teori yang telah saya pelajari. Setelah teman saya mengerti dengan
penjelasan yang telah saya berikan.
Beberapa
saat kemudian guru saya memberikan sebuah latihan mengenai materi tersebut. Dan saat
saya mengerjakan latihan tersebut saya baru teringat bahwa saya telah salah
dalam menerangkan materi pelajaran dari guru saya. Saat latihan soal telah
dinilai ternyata benar bahwa saya telah melakukan kesalahan. Teman saya
mendapat nilai terendah karena saya telah salah dalam menerangkan materi
tersebut dan dia merasa di bohongi oleh saya. Pada saat itu saya merasa bahwa
saya benar karena dia yang tidak mendengarkan penjelasan dari guru. Tetapi setelah
saya berpikir sejenak saya pun menjadi merasa bersalah dengan teman saya. saya
pun memutuskan untuk meminta maaf dan mencoba membantu menerangkan kembali
pelajaran tersebut dan meminta saran kepada teman-teman yang ada di kelas untuk
membantu saya agar tidak ada kesalahan yang terulang.
Kesimpulan
yang saya dapatkan adalah berbuat salah itu sangatlah wajar bagi manusia tetapi
mengakui keslahan dan mencoba memperbaikinya itu sangatlah penting. Karena manusia
tidak ada yang sempurna dan pasti mengalami sebuah kesalahan. Dan dari
kesalahan pun kita dapat membuat suatu perubahan yang sangat besar yang mungkin
tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya. Tergantung dari kita
menyikapinya maka dari itu kita harus bisa mengambil hikmah dari kesalah yang
kita lakukan dan juga dari orang lain.