Sabtu, 24 April 2021

Mari membahas apa itu Blockchain dan Penerapanya.

Mari membahas apa itu Blockchain dan Penerapanya.


Blockchain adalah jenis struktur data yang digunakan dalam distributed ledger yang disimpan dan didistribusikan dalam sebuah paket yang disebut Block dan terhubung satu sama lain dalam suatu rantai digital (chain), sehingga terciptalah nama Blockchain. Jadi blockchain ini adalah jenis struktur data dalam satu rantai. Secara sederhana, blockchain adalah database yang mencatat setiap transaksi atau kejadian. Namun berbeda dengan database konvensional, blockchain dibangun dengan dasar desentralisasi. Artinya, data yang dicatat jaringan blockchain tersebar di banyak titik (atau biasa disebut node) sehingga tidak mungkin hilang atau down.


Blockchain merupakan penemuan cerdas gagasan seseorang atau sekelompok orang yang dikenal dengan nama samaran, Satoshi Nakamoto. Blockchain menggunakan metode kriptografik dan algoritma untuk mencatat dan melakukan sinkrosinasi data ke seluruh jaringan. Berikut ini adalah contoh penerapannya dalam beberapa bidang.


1. Blockchain untuk Trade Finance Perbankan

Smart Contract singkatnya, adalah sebuah program mengenai kontrak, yang telah ditulis di dalam aplikasi Blockchain (dengan dasar Distributed Ledger Teknologi) dieksekusi otomatis oleh teknologi Blockchain. Setiap pihak di dalam jaringan Blockchain mendapat informasi yang didistribusikan oleh teknologi, yang tidak dapat di-amandemen-kan.


2. Blockchain untuk pelabuhan Indonesia

Pelabuhan atau port adalah suatu area luar biasa di mana uang dalam jumlah besar berputar, bayangkan 80% dari barang yang kita konsumsi dan pakai sehari-hari melewati pelabuhan.

Pelabuhan juga adalah tempat di mana banyak entitas yang saling bersaing (misal.perusahaan logistik, kargo, distributor, eksportir, importir) tetapi juga harus saling bersinergi di suatu pelabuhan.

Dalam proses pengiriman barang di pelabuhan biasanya melibatkan pemindah tanganan dokumen hinga ratusan kali melewati berbagai pihak, dengan teknologi blockchain, dokumen yang dipindah tangankan ini bisa diblockchainkan sehingga proses administrasi pelabuhan bisa dijalankan dengan cepat dan rendah biaya.


3. Blockchain Untuk Reward / Loyalty Model

Blockchain sebagai teknologi dibelakang mata uang digital (digital currency) seperti Bitcoin, Ether dan sebagainya, memiliki arsitektur terdistribusi (distributed). Distributed berbeda dengan desentralisasi. Dikarenakan terdistribusi maka setiap pihak yang berada didalam jaringan mendapatkan infromasi yang sama.


4. Blockchain unutk industri makanan

dengan memanfaatkan tehknologi blockchain, para pelaku industri makan dapat memonitoring/merekan proses dari peternak seleksi dari ternak itu sendiri sampai proses pengemasan yang siap di jual ke konsumen. dengan blockchain mereka dapat mengetahui setiap item dalam kemasan bersumber dari peternak yang mana dan dapat menelusuri secara transparan jika terjadi permasalahan dalam proses produksi.


5. Blockchain untuk properti

Properti biasanya adalah industri yang menghadapi kesulitan likuiditas karena tipe produk yang dijual membutuhkan komitmen besar baik dalam bentuk dana ataupun waktu dari customer. Untuk membeli sebuah properti, customer perlu menyiapkan dana hingga ratusan juta, perputaran produk yang lama ini sering mengakibatkan kesulitan likuiditas di sisi developer properti.

Dengan teknologi blockchain akan memungkinkan dilakukannya fractional ownership atau kepemilikan dalam bentuk token yang merepresentasikan unit di property sehingga secara drastis meningkatkan likuiditas pasar properti atau aset lain yang sebelumnya kurang likuid.


Kesimpulan

Jadi, Blockchain adalah kumpulan catatan data yang tersimpan dalam suatu buku besar yang tersebar luas dalam jaringan dan digunakan untuk mencatat transaksi antara dua pihak secara permanen dan dapat diverifikasi.


sumber: 

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Sumber 4


0 komentar:

Posting Komentar