Kamis, 29 April 2021

Beberapa platform dengan skema Securities Crowdfunding di indonesia

Securities crowdfunding(SCF) atau dalam bahasa indonesia desibut Penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi kini telah resmi di luncurkan di Indonesia. seperti dikutip dari siaran pers ojk di ojk.go.id Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mewakili Presiden RI Joko Widodo meresmikan SCF bertepatan dengan hari pertama perdagangan bursa tahun 2021, Senin (4/1/2021).

SCF merupakan metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan oleh pemilik bisnis atau usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya. Dan kini sudah terdapat beberapa platform yang telah diluncurkan di indonesia dengan penawaran-penawarannya oleh penyedia layanan tersebut.

Berikut beberapa Platform dengan skema SCF di Indonesia dalam bentuk web maupun apps:

1. Joinan.co.id

Salah satu platform investasi berbasis Securities Crowdfunding di Indonesia yaitu JOINAN. Melalui JOINAN segala kegiatan transaksi jual beli efek dilakukan secara online melalui websitenya yaitu www.joinan.co.id. Joinan.co.id dikembangkan oleh PT. JOINAN KAPITAL INDONESIA yang didirkan oleh Bobby Hartanto.

seperti yang telah di tulis di bagian informasi web joinan.co.id berikut penjelasan singkat mengenai joinan.co.id

Melalui JOINAN, kamu dapat memiliki saham beragam bisnis profitable yang telah dikurasi.

Sebagai penyelenggara, JOINAN memiliki peran antara lain sebagai berikut:

  • Melakukan uji kelayakan terhadap bisnis yang membutuhkan akses pembiayaan sebelum melakukan penerbitan saham.
  • Melaksanakan proses penawaran saham bisnis yang lulus seleksi di platform JOINAN.
  • Membuat administrasi pembagian dividen hasil kegiatan usaha kepada tiap investor.
  • Memberikan laporan keuangan yang transparan secara berkala kepada regulator dan investor.

Cara Investasi Saham di Securities Crowdfunding

1. Pendaftaran User

2. Pemilihan Bisnis

3. Konfirmasi Pembelian

4. Centang Box Bertuliskan ‘Saya Telah Membaca dan Menyetujui Perjanjian Pembelian              Saham yang Berlaku’

5. Klik Tombol ‘Beli’

6. Tahap Terakhir, Klik Tombol ‘Konfirmasi Pembelian’

7. Pilih Metode Pembayaran

8. Konfirmasi Pembayaran

Berikut beragam keuntungan berinvestasi melalui platform securities crowdfunding JOINAN.
  • Bisnis yang ditawarkan berkualitas
  • Kategori bisnis yang beragam
  • Efek yang ditawarkan beragam
  • Harga sahamnya ramah di kantong.
  • Kemudahan berinvestasi hanya dalam satu platform.
  • Legalitas

2. Benihbaik.com


BenihBaik.com adalah Sebuah situs galang dana dan donasi online yang didirikan oleh Andy Flores Noya, Khristiana Anggit Mustikaningrum, dan Firdaus Juli sebagai penghubung #TemanBaik untuk membantu #TemanKita.

Berdiri sejak tahun 2019 serta mendapatkan izin dari Kementerian Sosial dan Kementerian Komunikasi dan Informasi, BenihBaik dipercaya jutaan masyarakat dan berbagai perusahaan sebagai jembatan kebaikan.

Secara khusus BenihBaik memiliki dua pilar utama kegiatan. Pertama, pilar yang berkaitan dengan kegiatan sosial. Siapa saja bisa memanfaatkan wadah ini untuk mencari bantuan atas masalah yang mereka hadapi. Mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, budaya, bencana alam, dan bantuan sosial lainnya. Kedua, pilar yang berkaitan dengan kegiatan usaha, terutama yang berkaitan dengan kewirausahaan sosial (sociopreneurship)

Berikut keunggulan yang di tawarkan BenihBaik.com
1. Aman dan Terpercaya
Semua galang dana yang dibuat sudah melalui proses kurasi dan verifikasi secara akurat oleh tim kami
2.Mudah dan Cepat
Proses donasi yang kamu lakukan hanya dalam hitungan menit dengan berbagai metode pembayaran
3.Transparan
Pencairan dan penggunaan donasi yang sudah diterima penggalang dana dapat dilihat di update aktivitas


3. kitabisa.com


Kitabisa adalah wadah untuk berdonasi dan menggalang dana secara online. Menurut Kitabisa.com, kemajuan teknologi sepatutnya dimanfaatkan untuk menghubungkan semangat kebaikan dan gotong-royong. Di Kitabisa, masyarakat bisa menggalang dana untuk beragam hal yang mereka perjuangkan maupun berdonasi untuk hal yang ingin mereka bantu.

Berawal dari keinginan membuat gerakan sosial, pada 2013 Alfatih Timur (Timmy) membuat Kitabisa sebagai wadah bagi siapapun yang ingin mewujudkan proyek sosialnya. Seiring waktu, Kitabisa bertransformasi menjadi platform galang dana dan berdonasi secara online.

Kitabisa sangat memegang teguh unsur keamanan dalam menyebarkan kebaikan. Karena itu, Kitabisa memiliki izin PUB (Pengumpulan Uang dan Barang) dari Kementerian Sosial untuk kategori umum dan kategori bencana alam.

Kitabisa rutin memperbaharui izin PUB (Penggalangan Uang dan Barang) dari Kementerian Sosial.

Kitabisa juga memiliki izin sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berdasarkan Keputusan Ketua Badan Amil Zakat Nasional Nomor 59 tahun 2019. Saat ini, Kitabisa telah bekerja sama dengan puluhan Mitra Lembaga Amil Zakat (LAZ) di tingkat Nasional, Provinsi, dan Kota/Kabupaten untuk memudahkan jutaan #OrangBaik menyalurkan zakat.

Tak hanya itu, sebagai bentuk transparansi, Kitabisa juga rutin diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

sebagai social enterprise Kitabisa.com mengenakan biaya administrasi sebesar 5% dari total donasi terkumpul kepada pihak yang menggalang dana di Kitabisa - kecuali untuk kategori bencana alam dan zakat (0%).

Model ini sudah Di pastikan oleh kitabisa.com sesuai dengan aturan yang berlaku di Republik Indonesia maupun secara Syariat Islam.

Berikut kemudahan yang di tawarkan Kitabisa.com kepada penggalang dana dan donatur:
1. Aman dan transparan
2. Banyak metode Pembayaran
3. Donasi mulai dari RP.1000
4. Mudah mengakses Halaman Galang Dana
5. Dapat mengetahui dampak donasi
6. Dapat di akses melalui website dan aplikasi smartphone

Sumber:






















Continue reading Beberapa platform dengan skema Securities Crowdfunding di indonesia

Selasa, 27 April 2021

, , , , , ,

Aplikasi Berbasis Blockchain yang Berkemungkinan Bisa di Terapkan pada UMKM

 Selama ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal lewat perbankan maupun pemberi pinjaman lainnya untuk melakukan peningkatan skala bisnis. Hal ini dikarenakan kurangnya literasi finansial dan digital yang menyebabkan rendahnya validitas data yang diberikan UMKM kepada pemberi pinjaman. Untuk itu inovasi diperlukan. Disinilah tehknologi blockchain hadir
unjtuk membantu mengembangkan bisnis mikro di era digital.

Dan berikut beberapa aplikasi berbasis tehknologi Blockchain yang dapat di terapkan pada UMKM:

1. Alibaba

Alibaba Group Holding Limited (Hanzi: 阿里巴巴集团控股有限公司; Pinyin: Ālǐbābā Jítuán Kònggǔ Yǒuxiàn Gōngsī) adalah konglomerat multinasional Tiongkok yang memiliki spesialisasi dalam e-commerce, ritel, Internet, kecerdasan buatan, dan teknologi. Didirikan pada tahun 1999, perusahaan ini menyediakan layanan penjualan konsumen-ke-konsumen, bisnis-ke-konsumen, dan bisnis-ke-bisnis melalui portal web, serta layanan pembayaran elektronik, mesin pencari belanja dan layanan cloud computing. Perusahaan ini memiliki dan mengoperasikan beragam bisnis di seluruh dunia dalam berbagai sektor, dan dinobatkan sebagai salah satu perusahaan paling dikagumi di dunia oleh Majalah Fortune.

dikutip dari laman https://www.wartaekonomi.co.id/ perusahaan raksasa asal China, Alibaba, seperti tidak main-main saat mengumumkan niatnya untuk bakal meningkatkan pemanfaatan teknologi blockchain di perusahaannya, beberapa waktu lalu. Terbaru, Alibaba Group dikabarkan baru saja menandatangani kerja sama strategis dengan perusahaan pengembangan perangkat lunak, Aerospace Information Co.

Melalui kerja sama tersebut, pihak Alibaba Group ingin lebih meningkatkan keahlian mereka terkait teknologi komputasi awan (cloud computing), smart industries, blockchain dan berbagai hal lainnya. Sebagaimana dilansir China Securities Daily beberapa waktu lalu, kedua belah pihak nantinya bakal bekerjasama pada hal-hal seperti pajak dan keuangan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta integrasi pemerintah untuk solusi inovatif bagi pihak berwenang.

Dikutip dari laman https://www.medcom.id/ Raksasa e-commerce Alibaba Group membantu kalangan industri dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) membuka akses global agar bisa bertahan di tengah pandemi covid-19 melalui sistem digital. Bantuan itu diharapkan membuat kalangan industri dan UMKM bisa tetap tumbuh dan berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.


2.  Vexanium

 Vexanium adalah public blockchain pertama di Indonesia yang kini mulai banyak digunakan di berbagai industri dari startup , hingga beberapa bisnis. Blockchain ini  menyediakan infrastruktur teknologi blockchain yang inovatif, klien dapat menggunakan infrastrukturnya dan pemanfaatan lainnya seperti identitas bisnis digital dan reputasi yang dapat diterima dan dapat dipercaya, untuk setiap penilaian melalui inovasi blockchain yang sangat transparant yang membuatnya mulus untuk pedagang atau lembaga keuangan untuk tetap dapat mengikuti pasar digital. Juga dapat mebuat Decentralized App yang sesuai dengan kebutuhan model bisnis masing-masing UMKM. Salah satu visi Vexanium adalah untuk memberikan makna bagi perekonomian Indonesia khususnya UMKM di Indonesia dan di luar.


3. KuCoin

Kucoin adalah salah satu exchange Cryptocurrency. Mereka termasuk dalam salah satu exchange yang baru, nama Kucoin sudahlah tidak asing lagi di dunia Crypto. Kucoin juga memiliki coin mereka sendiri yang disebut Kucoin Shares (KCS) seperti halnya dengan Binance (BNB).

dikutip dari laman www.tribunnews.com/ dan https://www.beritasatu.com/ Co-founder KuCoin, Kent mengatakan, melihat eratnya hubungan yang dijalin oleh Tokoin dengan komunitasnya di Indonesia, KuCoin mempercayakan Tokoin untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan KuCoin Meetup perdana di Indonesia.

"Sebagaimana Tokoin telah diperkenalkan kepada 5 juta pengguna dari 100 negara dan daerah lewat KuCoin Spotlight, sekarang KuCoin akan diperkenalkan di Indonesia lewat komunitas Tokoin yang sangat kuat,” ujar Kent di acara KuCoin Mega Meetup, di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/12/2019).

Pada acara tersebut Tokoin dan KuCoin menadatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan adopsi blockchain secara masif di Indonesia demi mendukung industrialisasi 4.0.

Reiner Rahardja menjelaskan, Tokoin saat ini fokus mengakselerasi pertumbuhan UMKM melalui implementasi blockchain sebagai alat pembayaran dan bertransaksi dalam kegiatan bisnis mereka. Melalui Tokoin, pebisnis UMKM dapat melakukan pembukuan digital serta membangun profil bisnis digital di sistem berbasis blockchain, sekaligus sebagai alat ukur kredibilitas yang dapat dipercaya untuk memudahkan akses terhadap institusi financial, pemasok, atau penyedia layanan.

"Kita fokus pada UMKM yang mengalami kendala keuangan. Mereka kita ajak download apps kita di smartphone. Apps ini berbayar Rp 1,8 juta setahun atau sekitar Rp 250 per bulan untuk kegiatan pencatatan aktivitas bisnis mereka sekaligus menjadi digital credit point," jelasnya.

Digital credit point ini bisa digunakan oleh institusi keuangan untuk memberikan pendanaan. Volume trading per hari menurut Reiner sempat menembus 26 juta dolar AS. Jumlah pemegang account saat ini mencapai 5000-an user, terbanyak dari Vietnam dan China.  "Target kerjasama kita dengan KuCoin ini, kita diperkenalkan masuk ke pasar China," ujarnya.

Michael Gan, CEO KuCoin menambahkan, seperti Tokoin yang telah diperkenalkan kepada 5 juta pengguna dari 100 negara dan daerah lewat KuCoin Spotlight, KuCoin kini juga diperkenalkan di Indonesia lewat komunitas Tokoin yang sangat kuat.

Reiner Rahardja menambahkan, Tokoin memiliki daya serap terbesar di dunia kripto dan blockchain di Indonesia, membantu KuCoin agar sukses di Indonesia berarti membantu semua masyarakat Indonesia untuk berhasil dalam industri blockchain.

Dia menyatkan, lewat event KuCoin Mega Meetup Jakarta ini, KuCoin bersama Tokoin berupaya membagikan lebih lagi tentang blockchain dan membawa masa depan langsung ke tangan rakyat Indonesia.

Selain penadatanganan kerja sama, KuCoin Mega Meetup Jakarta juga diisi dengan jumpa komunitas, diskusi panel dengan orang-orang kunci dari berbagai perusahaan yang terkait dengan blockchain, serta kesempatan mendapatkan KCS (mata uang kripto dari Kucoin) serta Token Toko untuk para peserta.


Sumber :

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Sumber 4

Sumber 5

Sumber 6

Sumber 7


Continue reading Aplikasi Berbasis Blockchain yang Berkemungkinan Bisa di Terapkan pada UMKM

Senin, 26 April 2021

SECURITIES CROWDFUNDING (SCF)

 SCF merupakan metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan oleh pemilik bisnis atau usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya. Nantinya investor bisa membeli dan mendapatkan kepemilikan melalui Saham, surat bukti kepemilikan utang (Obligasi), atau surat tanda kepemilikan bersama (Sukuk). Saham dari usaha tersebut diperoleh sesuai dengan persentase terhadap nilai besaran kontribusinya.

Crowdjunding secara umum dikenal sebagai skema pendanaan yang dikumpulkan dalam skala kecil, tetapi berasaldari jumlah masyarakat yang besar, sehingga bisa terkumpul dana yang cukup besar. Crowdfunding sendiri berkembang dalam tiga model, antara lain :

1) Equity Crowdfunding, sebuah Crowdfunding ekuitas yang akan menginvestasikan uang dengan imbalan kepemilikan saham perusahaan, proyek, ataupun usaha rintisan. Model Equity Crowdfunding lebih efektif digunakan untuk perusahaan yang memiliki potensi bisnis berkembang;

2) Reward Crowdfunding, sebuah Crowdjunding yang akan berkontribusi pada usaha rintisan dengan imbalan manfaat non-finansial, biasanya berbentuk sebuah produk ataupun karya. Dan semakin banyak investor menyumbang ke sebuah proyek, maka akan semakin besar pula hadiah yang akan diterima pengusaha;

3) Donation Crowdfunding, yang dirancang khusus untuk pengumpulan dana amal dan bukan untuk mencari keuntungan atau profit.

Crowdjunding dikelola oleh wadah yang disebut platform berbasis internet, sehingga mudah diakses di mana saja. Secara tidak langsung, Crowdfunding sudah menciptakan tren “investasi online’, karena dalam website Crowdfunding akan ada diberbagai produk-produk seperti halnya website toko online. Bedanya, produk tersebut tidak dijual melainkan untuk didanai dan para pengguna bisa dengan mudah melakukan penyetoran dana layaknya dalam jual beli di toko online.

Jadi, sebenarnya Crowdfunding sudah berjalan di Indonesia, sayangnya belum begitu dikenal. Tak hanya itu penyandang dana di Crowdfunding Indonesia, tidak mendapatkan pengembalian apapun dari uang yang disetorkan investor. Oleh karenanya, dengan transformasi Equity Crowdfunding ke skema Securities Crowdfunding yang sekarang ini, pemerintah berupaya mengembangkan Crowdfunding bukan hanya sekedar wadah pendanaan, tapi juga sebagai instrumen investasi yang menguntungkan bagi para investor sebagai penyandang dana. Di mana para investor akan bisa mendapat return dari dana yang sudah ditanamkan ke suatu proyek UMKM ataupun perusahaan rintisan tadi. Sebagai contohnya, di Amerika Serikat atau Inggris, Crowdfunding sudah dikembangkan dengan basis equity-based dan debt-based, di mana para investor akan mendapatkan return dari dana yang mereka tanamkan ke suatu proyek, dalam bentuk dividen ataupun bunga.

Dengan SCF, investor dan pihak yang membutuhkan dana dapat dengan mudah dipertemukan melalui suatu platform (sistem aplikasi berbasis teknologi informasi) secara online. Investor akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen atau bagi hasil dari keuntungan usaha tersebut yang dibagikan secara periodik. 

Bagi investor yang tertarik, sebenarnya tidak perlu merasa terlalu khawatir karena SCF telah memiliki payung hukum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diatur dalam Peraturan OJK yakni POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding).

Beberapa keuntungan yang bisa dirasakan langsung oleh perusahaan startup dan UMKM saat menggunakan SCF untuk solusi pendanaan usaha, diantaranya:

1.  Tidak adanya kewajiban agunan untuk mendapatkan pendanaan. Perusahaan penggalang dana hanya perlu menawarkan saham di perusahaannya sebagai bentuk kompensasi terhadap investasi yang diberikan oleh investor. Dengan demikian pihak investor akan mendapatkan keuntungan berupa pendapatan sesuai dengan besar saham yang diikutsertakan saat proses crowdfunding berlangsung.

2.  Kemudahan mengakses platform online pada layanan Securities Crowdfunding di mana saja dan kapan saja. Sehingga perusahaan dan investor dapat memantau kemajuan Crowdfunding yang dilakukan.

Disisi lain bagi penyedia dana (investor), investasi melalui SCF dengan instrumen saham termasuk berisiko tinggi karena dengan membeli saham di SCF berarti investor sebagai penyedia dana dianggap telah menyetujui seluruh syarat dan ketentuan serta memahami semua risiko investasi termasuk resiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. SCF hanya bertindak sebagai penyelenggara urun dana yang mempertemukan antara pemodal dengan penerbit (UMKM), bukan sebagai pihak yang menjalankan bisnis (penerbit).

OJK bertindak sebagai regulator dan pemberi izin, bukan sebagai penjamin investasi. Memang setiap peluang pemenuhan kebutuhan dana atau sarana investasi bagi pemilik dana merupakan trade off yang harus dipertimbangkan secara matang oleh kedua belah pihak. Ingat ya Sobat Sikapi, bagi investor yang ingin menginvestasikan uangnya melalui perusahaan Securities Crowdfunding maka pastikan terlebih dahulu telah terdaftar dan berizin di OJK melalui layanan kontak OJK di nomor 157 atau whatsapp di 081 157 157 157. 

Sumber:

Continue reading SECURITIES CROWDFUNDING (SCF)

Minggu, 25 April 2021

, , , , , ,

Aplikasi Tokoin dan quiverX yang di claim dapat membantu Bisnis UMKM untuk berkembang.

 

Aplikasi Tokoin dan quiverX yang di claim dapat membantu Bisnis UMKM untuk berkembang.


Saat ini, usaha kecil dan menengah harus menghadapi kendala untuk memperlebar bisnis mereka. Pengelolaan yang kurang tertata membuat sektor UMKM di Indonesia agak sulit berkembang lantaran para pengusaha masih mengandalkan proses bisnis konvensional. 

Di lain sisi, crowdfunding tradisional juga tidak cukup membantu mengembangkan bisnis mikro di era digital. Di tengah kegundahan itu, harapan baru muncul sejak kemunculan teknologi Blockchain dan aset kripto.

Teknologi Blockchain atau yang dikenal sebagai distributed ledger merupakan sistem pencatatan yang tersebar luas di jaringan. Blockchain menjadi salah satu teknologi yang memiliki sistem keamanan yang sulit diretas karena setiap jaringan memiliki enkripsi yang berlapis. Selain faktor keamanan, teknologi Blockchain juga memberikan manfaat lain seperti membuat proses transasksi menjadi lebih efisien dengan cara menghapus peran penghubung (middleman). Selain itu, Blockhain juga mampu diimplementasikan di berbagai industri, termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Eksistensi UMKM di Indonesia sangat penting guna membantu penyerapan tenaga kerja, sarana distribusi perekonomian bagi masyarakat dan membantu penerimaan devisa negara. 

Dari permasalahan-permasalahan tersebut para pengembang teknologi berbasis Blockchain menawarkan sejumlah kemudahan bagi UMKM untuk berkembang. Para pengembang menawarkan pemanfaatan teknologi Blockchain untuk membantu jutaan unit UMKM di Tanah Air dalam membangun reputasi sehingga dipercaya oleh pemerintah serta institusi keuangan. ada beberapa aplikasi berbasis teknologi Blockchain yang di claim dapat membantu bisnis umkm untuk berkembang di antaranya ada Tokoin dan QuiverX.

1. TOKOIN



Tokoin adalah sebuah platform berbasis Blockchain dengan misi membangun profil digital, pembukuan digital, akses ke dukungan institusi bisnis melalui aplikasi mobile Tokoin yang siap memajukan bisnis dan hidup Anda. Aplikasi tokoin dapat di download di play store bagi pengguna prangkat berbasis android dengan nama My-T Wallet.

Di kutip dari laman BeritaSatu.com. CEO Tokoin, Reiner Rahardja, mengatakan bahwa banyak dari 57 juta pelaku UMKM di Indonesia sulit memperoleh bantuan berupa kredit usaha dari lembaga keuangan karena tak mampu menyediakan informasi soal latar belakang serta membangun reputasinya.

"UMKM di Indonesia meski perkembangan cukup signifikan tapi ada banyak masalah. Mereka mau tumbuh susah, mau dapat pendanaan susah, mau dapat investor susah. Negara sudah menfasilitasi ada legalitasnya, tetapi mereka tidak dapat apa-apa. Oleh sebab itu dengan aplikasi Tokoin yang mengandalkan teknologi Blockchain, para pengusaha UMKM bisa mendapatkan credit scoring agar mereka dapat membentuk reputasi bisnis. Ke depan, para pengusaha UMKM dapat memperoleh kemudahan untuk menjual produk yang dihasilkannya serta mendapatkan dana untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar," ungkap Rainer Rahardja pada Senin (14/1).

2. QuiverX

Quiverx adalah aplikasi berbasis tehknologi Blockchain yang di kembangkan oleh QuiverX Capital. Tujuan Quiverx capital adalah Agar pelaku bisnis bisa dengan mudah menemukan investor. Disini QuiverX Capital menyediakan peningkatan modal dengan aset digital melalui crowdfunding platform yang terdesentralisasi. 

Dikutip dari laman blockchainmedia.id. Ivan Castillo CEO QuiverX Capital, Ltd. mengatakan QuiverX memberikan pengalaman berinvestasi maupun pendanaan yang fleksibel dan dinamis.

“Kepemilikan fraksional adalah salah satu dari program unggulan yang ditawarkan. Di samping itu, QuiverX juga menyelesaikan semua hal yang menghambat masuknya peluang pra-IPO,” kata Castillo.

Model bisnis QuiverX dalam jangka panjang menjembatani kesenjangan antara mata uang kripto dan pasar tradisional biasa.

Ivan menuturkan hal ini tentunya akan lebih menawarkan pilihan bisnis dan investasi yang lebih aman bagi individu yang sedang mencari keuangan terdesentralisasi.

Selain fokus di bidang pendanaan melalui QuiverX Capital, QuiverX juga akan hadir dengan model DeFi yang terbaru.

Sebagai platform investasi dan pendanaan digital, QuiverX menawarkan ekuitas (modal) tertokenisasi dengan menggunakan smart contract dalam dunia crowdfunding.

“QuiverX dibangun di atas jaringan Blockchain Etherum untuk mendukung smart contract tersebut. Tujuan utamanya tentu saja untuk menghubungkan investor dan para pebisnis ataupun start-up. Mereka akan mendapakan transparasi dan kendali yang penuh dari semua modal yang sudah terlibat,” jelas Ivan.

Nantinya setiap individu yang bergabung dengan platform dan mulai berinvestasi ke perusahaan akan segera menerima ERC 1400 security token.

“Token ini menjadi sebagai representasi kepemilikan mereka di perusahaan,” sebut Castillo.


Demikian penjelasan singkat mengenai aplikasi-aplikasi yang di telah diclaim sebagai aplikasi yang dapat membantu bisnis UMKM untuk berkembang. Diharapkan kedepannya akan banyak pengembang yang dapat mengembangkan tehknologi Blockchain yang dapat membantu UMKM dalam Negri da



Sumber:
Continue reading Aplikasi Tokoin dan quiverX yang di claim dapat membantu Bisnis UMKM untuk berkembang.

Sabtu, 24 April 2021

Mari membahas apa itu Blockchain dan Penerapanya.

Mari membahas apa itu Blockchain dan Penerapanya.


Blockchain adalah jenis struktur data yang digunakan dalam distributed ledger yang disimpan dan didistribusikan dalam sebuah paket yang disebut Block dan terhubung satu sama lain dalam suatu rantai digital (chain), sehingga terciptalah nama Blockchain. Jadi blockchain ini adalah jenis struktur data dalam satu rantai. Secara sederhana, blockchain adalah database yang mencatat setiap transaksi atau kejadian. Namun berbeda dengan database konvensional, blockchain dibangun dengan dasar desentralisasi. Artinya, data yang dicatat jaringan blockchain tersebar di banyak titik (atau biasa disebut node) sehingga tidak mungkin hilang atau down.


Blockchain merupakan penemuan cerdas gagasan seseorang atau sekelompok orang yang dikenal dengan nama samaran, Satoshi Nakamoto. Blockchain menggunakan metode kriptografik dan algoritma untuk mencatat dan melakukan sinkrosinasi data ke seluruh jaringan. Berikut ini adalah contoh penerapannya dalam beberapa bidang.


1. Blockchain untuk Trade Finance Perbankan

Smart Contract singkatnya, adalah sebuah program mengenai kontrak, yang telah ditulis di dalam aplikasi Blockchain (dengan dasar Distributed Ledger Teknologi) dieksekusi otomatis oleh teknologi Blockchain. Setiap pihak di dalam jaringan Blockchain mendapat informasi yang didistribusikan oleh teknologi, yang tidak dapat di-amandemen-kan.


2. Blockchain untuk pelabuhan Indonesia

Pelabuhan atau port adalah suatu area luar biasa di mana uang dalam jumlah besar berputar, bayangkan 80% dari barang yang kita konsumsi dan pakai sehari-hari melewati pelabuhan.

Pelabuhan juga adalah tempat di mana banyak entitas yang saling bersaing (misal.perusahaan logistik, kargo, distributor, eksportir, importir) tetapi juga harus saling bersinergi di suatu pelabuhan.

Dalam proses pengiriman barang di pelabuhan biasanya melibatkan pemindah tanganan dokumen hinga ratusan kali melewati berbagai pihak, dengan teknologi blockchain, dokumen yang dipindah tangankan ini bisa diblockchainkan sehingga proses administrasi pelabuhan bisa dijalankan dengan cepat dan rendah biaya.


3. Blockchain Untuk Reward / Loyalty Model

Blockchain sebagai teknologi dibelakang mata uang digital (digital currency) seperti Bitcoin, Ether dan sebagainya, memiliki arsitektur terdistribusi (distributed). Distributed berbeda dengan desentralisasi. Dikarenakan terdistribusi maka setiap pihak yang berada didalam jaringan mendapatkan infromasi yang sama.


4. Blockchain unutk industri makanan

dengan memanfaatkan tehknologi blockchain, para pelaku industri makan dapat memonitoring/merekan proses dari peternak seleksi dari ternak itu sendiri sampai proses pengemasan yang siap di jual ke konsumen. dengan blockchain mereka dapat mengetahui setiap item dalam kemasan bersumber dari peternak yang mana dan dapat menelusuri secara transparan jika terjadi permasalahan dalam proses produksi.


5. Blockchain untuk properti

Properti biasanya adalah industri yang menghadapi kesulitan likuiditas karena tipe produk yang dijual membutuhkan komitmen besar baik dalam bentuk dana ataupun waktu dari customer. Untuk membeli sebuah properti, customer perlu menyiapkan dana hingga ratusan juta, perputaran produk yang lama ini sering mengakibatkan kesulitan likuiditas di sisi developer properti.

Dengan teknologi blockchain akan memungkinkan dilakukannya fractional ownership atau kepemilikan dalam bentuk token yang merepresentasikan unit di property sehingga secara drastis meningkatkan likuiditas pasar properti atau aset lain yang sebelumnya kurang likuid.


Kesimpulan

Jadi, Blockchain adalah kumpulan catatan data yang tersimpan dalam suatu buku besar yang tersebar luas dalam jaringan dan digunakan untuk mencatat transaksi antara dua pihak secara permanen dan dapat diverifikasi.


sumber: 

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Sumber 4


Continue reading Mari membahas apa itu Blockchain dan Penerapanya.

Rabu, 21 April 2021

Coba coba

Membahas mengenai makanan yang baik untuk berbuka. Berbuka puasalah secukupnya jangan terlalu berlebih hingga kekenyangan. Makan berlebih dapat menyebabkan sakit perut. Biasalah berbuka dengan air putih terlebih dahulu agar menyegarkan badan saat menyantap makan atau minum lainnya.


Continue reading

Selasa, 11 Juli 2017

Pengantar Komputasi Modern: Tugas 3

Pengantar Komputasi Modern: Tugas 3

Ubiquitous computingdapat didefinisikan sebagai penggunaan komputer yang tersebar di mana user berada. Sejumlah komputer disatukan dalam suatu lingkungan dan tersedia bagi setiap orang yang berada di lokasi tersebut. Setiap komputer dapat melakukan pekerjaan yang dipersiapkan untuk tidak banyak melibatkan intervensi manusia atau bahkan tanpa harus mendeteksi di mana pemakai berada.  Ide ubiquitous computing pertama kali disampaikan oleh Mark Weiser (1998) di Laboratorium Komputer Xerox PARC, yang membayangkan komputer dipasangkan di dinding, di permukaan meja, di setiap benda sehingga seseorang dapat berkomunikasi dengan ratusan komputer pada saat yang sama. Setiap komputer secara tersembunyi diletakkan di lingkungan dan dihubungkan secara nirkabel.

Buxton (1995) menyatakan bahwa ubiquitous computing mempunyai karakteristik utama yaitu:
1.    Ubiquity: interaksi tidak dilakukan oleh suatu saluran melalui satu workstation. Akses ke komputer dapat dilakukan di mana saja. Sebagai contoh, di suatu kantor ada puluhan komputer, layar display, dan sebagainya dengan ukuran bervariasi mulai dari tombol seukuran jam tangan, Pads sebesar notebook, sampai papan informasi sebesar papan tulis yang semuanya terhubung ke satu jaringan. Jaringan nirkabel akan tersedia secara luas untuk mendukung akses bergerak dan akses jarak jauh.
2.    Transparency: teknologi ini tidak menganggu keberadaan pemakai, tidak terlihat dan terintegrasi dalam suatu ekologi yang mencakup perkantoran, perumahan, supermarket, dan sebagainya.

Sumber:

https://qjournal.id/jurnal/paper/0001600067/Kajian-Implementasi-Ubiquitous-Health-Berbasi-SOA-di-Indonesia
Continue reading Pengantar Komputasi Modern: Tugas 3

Komputasi paralel

Komputasi dan Parallel Processing

Setiap jenis perhitungan atau penggunaan teknologi komputer dalam pengolahan informasi. Perhitungan adalah proses setelah yang jelas model yang dipahami dan dinyatakan dalam suatu algoritma , protokol , topologi jaringan , dll Perhitungan juga merupakan subyek utama dari ilmu komputer : menyelidiki apa yang dapat atau tidak dapat dilakukan dengan cara komputasi. Perhitungan dapat diklasifikasikan oleh setidaknya tiga kriteria ortogonal: digital vs analog , sekuensial vs paralel vs bersamaan , bets vs interaktif . Dalam prakteknya, perhitungan digital sering digunakan untuk mensimulasikan proses alam (misalnya, perhitungan Evolusi ), termasuk yang lebih alami dijelaskan oleh model analog perhitungan (misalnya, jaringan syaraf tiruan ).

Parallel Processing
Dalam komputer, pemrosesan paralel merupakan pengolahan dari Program instruksi dengan membagi mereka di antara beberapa prosesor dengan tujuan untuk menjalankan program dalam waktu kurang. Dalam komputer paling awal, hanya satu program berlari pada suatu waktu. Sebuah program komputasi-intensif yang memakan waktu satu jam untuk menjalankan dan menyalin Program tape yang mengambil satu jam untuk menjalankan akan mengambil total dua jam untuk menjalankan. Bentuk awal dari pemrosesan paralel memungkinkan eksekusi interleaved kedua program bersama-sama. Komputer akan memulai operasi I / O, dan sementara itu sedang menunggu operasi untuk menyelesaikan, itu akan mengeksekusi program prosesor-intensif. Waktu eksekusi total untuk dua pekerjaan akan menjadi sedikit lebih dari satu jam. Peningkatan berikutnya multiprogramming . Dalam sistem multiprogramming, beberapa program telah dikirim pengguna yang masing-masing diperbolehkan untuk menggunakan prosesor untuk waktu yang singkat. Untuk pengguna tampak bahwa semua program yang melaksanakan pada saat yang sama. Masalah pertama muncul pertentangan sumber daya di sistem ini. Permintaan eksplisit untuk sumber daya menyebabkan masalah dari kebuntuan . Kompetisi untuk sumber daya pada mesin tanpa dasi-melanggar instruksi mengarah pada rutin critical section . Langkah berikutnya dalam pengolahan paralel adalah pengenalan multiprocessing . Dalam sistem ini, dua atau lebih prosesor berbagi pekerjaan yang akan dilakukan. Versi awal memiliki master / slave konfigurasi. Salah satu prosesor (master) diprogram untuk bertanggung jawab atas semua pekerjaan dalam sistem, yang lain (budak) dilakukan hanya tugas-tugas itu diberikan oleh master. Pengaturan ini diperlukan karena tidak kemudian mengerti bagaimana program mesin sehingga mereka bisa bekerja sama dalam pengelolaan sumber daya sistem. Hubungan antara komputasi modern dengan paralel processing 



Kinerja komputasi dengan menggunakan paralel processing itu menggunakan dan memanfaatkan beberapa komputer atau CPU untuk menemukan suatu pemecahan masalah dari masalah yang ada. Sehingga dapat diselesaikan dengan cepat daripada menggunakan satu komputer saja. Komputasi dengan paralel processing akan menggabungkan beberapa CPU, dan membagi-bagi tugas untuk masing-masing CPU tersebut. Jadi, satu masalah terbagi-bagi penyelesaiannya. Tetapi ini untuk masalah yang besar saja, komputasi yang masalah kecil, lebih murah menggunakan satu CPU saja.
Hubungan antara Komputasi Modern dengan Paralel Processin
Hubungan antara komputasi modern dan parallel processing sangat berkaitan, karena penggunaan komputer saat ini atau komputasi dianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyelesaian masalah secara manual. Dengan begitu peningkatan kinerja atau proses komputasi semakin diterapkan, dan salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kecepatan perangkat keras. Dimana komponen utama dalam perangkat keras komputer adalah processor. Sedangkan parallel processing adalah penggunaan beberapa processor (multiprocessor atau arsitektur komputer dengan banyak processor) agar kinerja computer semakin cepat. Kinerja komputasi dengan menggunakan paralel processing itu menggunakan dan memanfaatkan beberapa komputer atau CPU untuk menemukan suatu pemecahan masalah dari masalah yang ada. Sehingga dapat diselesaikan dengan cepat daripada menggunakan satu komputer saja. Komputasi dengan paralel processing akan menggabungkan beberapa CPU, dan membagi-bagi tugas untuk masing-masing CPU tersebut. Jadi, satu masalah terbagi-bagi penyelesaiannya. Tetapi ini untuk masalah yang besar saja, komputasi yang masalah kecil, lebih murah menggunakan satu CPU saja. Paralel prosessing komputasi adalah proses atau pekerjaan komputasi di komputer dengan memakai suatu bahasa pemrograman yang dijalankan secara paralel pada saat bersamaan. Secara umum komputasi paralel diperlukan untuk meningkatkan kecepatan komputasi bila dibandingkan dengan pemakaian komputasi pada komputer tunggal.

Penggunaan komputasi parallel prosessing merupakan pilihan yang cukup handal untuk saat ini untuk pengolahan data yang besar dan banyak, hal ini apabila dibandingkan dengan membeli suatu super komputer yang harganya sangat mahal maka penggunaan komputasi parallel prosessing merupakan pilihan yang sangat tepat untuk pengolahan data tersebut. Aspek keamanan merupakan suatu aspek penting dalam sistem parallel prosessing komputasi ini, karena didalam sistem akan banyak berkaitan dengan akses data, hak pengguna, keamanan data, keamanan jaringan terhadap peyerangan sesorang atau bahkan virus sehingga akan menghambat kinerja dari system komputasi ini. Parallel komputasi adalah melakukan perhitungan komputasi dengan menggunakan 2 atau lebih CPU/Processor dalam suatu komputer yang sama atau komputer yang berbeda dimana dalam hal ini setiap instruksi dibagi kedalam beberapa instruksi kemudian dikirim ke processor yang terlibat komputasi dan dilakukan secara bersamaan. Untuk proses pembagian proses komputasi tersebut dilakukan oleh suatu software yang betugas untuk mengatur komputasi dalam hal makalah ini akan digunakan Message Parsing Interface (MPI).

Komentar mengenai artikel diatas:
Berdasarkan materi dari infromasi diatas maka, saya akan memberikan komentar mengenai Parallel komputing.
Pada dunia modern ini kebutuhan akan informasi selalu meningkat setiap tahunnya, baik itu pada dunia pendidikan, industri, bisnis, tekonologi ataupun yang lainya, maka dari itu dibutuhkan sebuah atau kumpulan mesin yang dapat memproses informasi tersebut secara cepat dan efisien. konsep parallel prosessing sebenarnya sebuah paradigma terdahulu dan sudah banyak dikenal oleh banyak orang, karena parallel prosesing ini sebenarnya secara konsep kerjanya adalah menjalankan beberapa proses secara bersamaan dalam satu cluster mesin. Itu artinya kita dapat menjalankan banyak instruksi dalam satu waktu dan intruksi tersebut akan didistribusikan ke beberapa mesin secara simultan.
Dilihat dari sisi artikel sudah cukup bagus secara penjelasanya, namun ada beberapa yang harus diperhatikan misalnya kurang detail dalam menjabarkan proses kerja paralel prosesing dan komputasinya.

Sumber:
sumber 1 https://3anapoe3.wordpress.com/2013/06/10/komputasi-dan-parallel-processing/


Continue reading Komputasi paralel

Selasa, 25 April 2017

TUGAS 2 Pengantar Komputasi Modern Analisa Jurnal (Cloud,Grid,Virtualisasi)


 Gambaran Umum Cloud Computing
Dalam perspektif teknologi informasi, cloud computing atau komputasi awan dapat diartikan sebagai suatu teknologi yang memanfaatkan internet sebagai resource untuk komputasi yang dapat di-request oleh pengguna dan merupakan sebuah layanan dengan pusat server bersifat virtual atau berada dalam cloud (internet) itu sendiri. Kerugian yang akan diperoleh oleh pengguna teknologi ini sangat besar, karena informasi yang dicuri menyangkut data rahasia milik perusahaan, maupun data-data penting lainnya.Beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pencurian data ini, yaitu dengan  menghindari jenis ancaman keamanan berupa kehilangan atau kebocoran data dan pembajakan account atau service, serta Identity Management dan access control adalah kebutuhan yang utama bagi SaaS Cloud computing perusahaan. Dan salah satu metode yang digunakan dalam keamanan data aspek autentikasi dan otorisasi pada aplikasi atau service cloud computing adalah teknologi Single-sign-on. Teknologi Single-sign-on (SSO) adalah teknologi yang mengizinkan pengguna jaringan agar dapat mengakses sumber daya dalam jaringan hanya dengan menggunakan satu akun pengguna saja. Teknologi ini sangat diminati, khususnya dalam jaringan yang sangat besar dan bersifat heterogen, juga pada jaringan cloud computing. Dengan menggunakan SSO, seorang pengguna hanya cukup melakukan proses autentikasi sekali saja untuk mendapatkan izin akses terhadap semua layanan yang terdapat di dalam jaringan.
 TEKNOLOGI CLOUD COMPUTING 
Teknologi Cloud Computing dapat didefinisikan secara sederhana sebagai sebuah perusahaan dengan pusat data yang menyediakan rental Space Storage. Perusahaan ini hanya menyediakan Infrastruktur untuk tempat penyimpanan data dan aplikasi dari suatu perusahaan.
Menurut A. Rifai ZA (2010) dalam e-book “Cloud Computing Strategies” karangan Dimitris N. Chorafas menjelaskan Cloud Computing sebagai Teknologi On-Demand, yaitu teknologi Cloud Computing merupakan teknologi yang berbasiskan pada permintaan dari User. Teknologi ini merupakan salah satu titik perubahan (Inflection Point), tidak hanya aplikasi perangkat lunak yang berbasiskan Cloud Computing juga meliputi plaform, infrastruktur basis data maupun pelayanan dapat berbasiskan Cloud Computing.


Keamanan Jaringan Informasi
Kemanan jaringan informasi pada cloud computing adalah topik yang sangat luas. Keamanan jaringan informasi pada cloud computing, khususnya dari segi komunikasi datanya (secure communication). Faktor-faktor Kemanan jaringan informasi pada cloud computing (komunikasinya) :
•      Struktur,
•      Metode transmisi,
•      Transport formats,
•      Perhitungan keamanan yang mendukung : integrity, availability, dan authentication (untuk private dan public jaringan komunikasi).

Diketahui juga komunikasi pada cloud computing dikatakan aman jika telah memastikan beberapa hal yaitu :
1. Confidentiality
Kepastian bahwa hanya orang/bagian yang berhak atau yang seharusnya, yang boleh mengakses data dan menerima data. Beberapa hal yang menjadi bagian dari kebutuhan telekomunikasi dalam menjamin confidentiality : 
o    Network security protocols o Network authentication services o       Data encription services
2. Integrity kepastian bahwa data tidak berubah karena suatu yang tidak direncanakan atau tidak diinginkan. Integrity berarti menjamin pesan telah terkirim dan diterima. Dan pesan tersebut tidak berubah.
Beberapa bagian dari integrity yaitu :
o   Firewall servicess
o   Communications Security Management o Intrusion detection services
3. Availability
Kepastian bahwa data atau informasi pada jaringan dapat diakses di waktu dan dimana data/informasi itu dibutuhkan. User yang terotorisasi dapat diijinkan mengakses jaringan atau sistem saat dibutuhkan. Beberapa bagian yang harus diperhatikan untuk menjamin availability yaitu :
o   Fault tolerance untuk availability data, seperti backups, redundant disk system
o   Acceptable logins and operating process performances o Reliable and interoperable security processes and network security mechanisms
Selain secure communications , yang harus diperhatikan yaitu secure execution environments, namun hal tersebut tidak dibahas dalam makalah ini.

Bahaya pada Teknologi Cloud Computing
a.       Disrupts Services
b.       Theft of Information
c.       Loss of Privacy
d.       Damage information
3.1.1    Keamanan Data dan Layanan
Pencurian data dalam teknologi Cloud Computing merupakan salah satu isu keamanan yang cukup besar. Hal ini karena setiap hacker dapat menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari suatu perusahaan tertentu. Ada beberapa cara untuk dapat mencegah hal ini dapat terjadi. Beberapa cara pencurian data dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut (Setiawan, 2010) :
•          Denial of Service
•          QoS Violation
•          IP Spoofing
•          Port Scanning
•          ARP Cache Attack
Keamanan untuk Cloud Computing dilakukan pada level – level seperti di bawah ini :
•          Server access security
•          Internet access security
•          Database / Datacenter access security
•          Data privacy security
•          Program access Security

Keamanan cloud computing dari sisi model layanan Software as a Service 

Berdasarkan model layanan-layanan pada cloud computing dapat dilihat, apakah celah keamanan jaringan informasi tersebut berada pada model layanan Software as a Service, dan atau Platform as a Service, dan atau apakah pada Infrastructure as a Service. Selanjutnya sisi keamanan cloud computing juga dapat dilihat dari letaknya pada protokol yang mengatur komunikasi data tersebut di dalam jaringan. Protokol yang dijadikan referensi dalam paper ini yaitu protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Pembagian layer-layer pada protokol TCP/IP 

KESIMPULAN ANALISA
Komputasi awan (cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan). Bila organisasi berpindah ke layanan komputasi awan publik tentu infrastruktur sistem komputasi dikendalikan oleh pihak ketiga yaitu Cloud Service Provider (CSP) dan tantangan ini harus ditangani melalui inisiatif manajemen. Inisiatif  manajemen ini akan memerlukan gambaran jelas peran kepemilikan dan tanggung jawab dari CSP dan organisasi yang berperan sebagai pelanggan. Isu keamanan di dalam teknologi Cloud Computing saat ini menjadi isu utama, terutama isu pencurian data yang dilakukan oleh hacker maupun pencurian secara langsung ke dalam pusat data secara fisik. Bila pencurian data tersebut terjadi dapat merugikan user secara umum, karena selain data rahasia diambil, perusahaan tidak dapat menjalankan perusahaan dengan baik.
Beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pencurian data ini, yaitu dengan  menghindari jenis ancaman keamanan berupa kehilangan atau kebocoran data dan pembajakan account atau service, serta Identity Management dan access control adalah kebutuhan yang utama bagi SaaS Cloud computing Perusahaan. Dan salah satu solusi untuk identity management dan access control adalah dengan mengunakan metode Single Sign On. 


PERANCANGAN ALGORITMA LOAD BALANCING PADA TOPOLOGI DYNAMIC
TREE JARINGAN GRID COMPUTING

Grid Computing adalah infrastruktur komputasi yang menyediakan akses berskala besar terhadap sumber daya komputasi yang tersebar secara secara geografis namun saling terhubung menjadi satu kesatuan fasilitas. Sumber daya ini termasuk antara lain supercomputer, sistem penyimpanan, sumbersumber data, dan instrument- instrument. 
Secara umum, elemen-elemen dari infrastruktur Grid adalah
•        Hardware/Sumber daya (Dibuat tersedia dari site-site berbeda yang terdistribusi secara geografis, mencakup CPU/Storage/Instruments, dll…) 
•        Software: Sesuatu yang menghubungkan bersama-sama semua sumber daya ini: middleware. Beberapa aplikasi untuk menggunakan sumber daya komputasi yang dibuat tersedia. 

Kontribusi utama pada makalah ini difokuskan pada dua kegiatan. Pertama membuat topologi arsitektur grid dengan memfokuskan pada permasalah beban kerja. Karakteristik model yang dirancang terdiri dari tiga bagian: (i)secara hirarki untuk mendapatkan beban kerja seminimal mungkin; (ii)model berdasarkan pada penggunaan struktur transformasi grid pada arsitektur tree dengan level yang digunakan sebanyak 4 lapis (layer); (iii) Topologi yang dibangun tidak bergantung pada architektur grid lainnya.
Kontribusi yang ke dua adalah membangun suatu algoritma beban kerja pada setiap lapis dengan strategi yang disesuaikan dengan topologi yang dirancang. Strategi yang dibuat megacu pada tiap lapis (intra-network, intra-cluster, dan intra-grid).
LOAD BALANCING
Penyeimbang  beban (Load Balancing) adalah suatu cara untuk membagi/ menyeimbangkan pekerjaan (workload) antara dua atau lebih komputer/ infrastruktur (resource), jaringan computer, CPU,  yang terhubung dalam suatu jaringan untuk mendapatkan infrastruktur yang optimal, throughput yang maksimum, dan waktu respon yang kecil. Dengan menggunakan algoritma load balancing diharapkan dapat meningkatkan reliabilitas dan redundancy. 

Karakteristik Model Topologi 

Karakteristik beban kerja topologi grid yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1)   Bersifat hirarki: karakteristik ini digunakan untuk memberikan rute aliran informasi dan strategi untuk menentukan pesan jalur beban kerja yang baik dalam topologi yang dirancang. 
2)   Mendukung heterogeneity and scalability pada lingkunagan Grid: dengan adanya penambahan dan pengurangan/pelepasan (elemen pemroses, domain network, atau cluster) akan sangat mudah dalam system yang dirancang (penambahan atau pengurangan node atau sub-tree)
3)   Tidak bergantung pada arsitektur grid lainnya; Perubahan arsitektur pada suatu grid ke dalam bentuk topologi tree merupakan perubahan yang univocal. Setiap grid akan saling berkomunikasi dengan satu atau lebih cluster.

Algoritma

Algoritma beban kerja didefinikan dalam tiga lapis: intra-site, intra-cluster and intra-grid.

1)  Notasi: symbol-simbol yang digunakan dalam algoritma adalah sebagai berikut :
Ck = kth banyaknya kluster; Njk = jth banyaknya network dalam kth  kluster; PEijk = ith banyaknya element pemroses (processing element) yang terdapat dalam jth network dalam kth kluster; T=factor toleransi (%); Lijk= nilai beban kerja dari setiap PEijk; Ljk= nilai beban kerja dari setiap Njk; Lk= nilai beban kerja dari setiap Ck; Avrg = ratarata beban kerja jaringan Grid; net-max = parameter untuk menentukan proses load balancing dalam suatu kluster; clu-max = parameter untuk menentukan proses load balancing antar kluster.

2)  Algoritma loadbalancing intra-network:
Algoritma ini berfungsi jika pengaturan PE menemukan sesuatu yang tidak beban yang tidak seimbang antara prosesor elemen yang berada dalam lingkungannya. Untuk membuat informasi tersebut, manager akan menerima secara berkala/periodik informasi beban lebih dalam suatu network dari setiap prosesing elemen. 
Analisa akan menentukan proses penyeimbangan beban diantara local PE pada suatu network, atau akan memberikan informasi kepada manager network (cluster) bahwa network mengalami beban yang sangat berat (overload).
3)              Algoritma loadbalancing intra-cluster: dalam algoritma ini digunakan untuk : a) mengatur beban kerja yang terjadi antara PE (Processing Element) dalam suatu jaringan local. b) Mengetahui nilai beban kerja suatu network, dimana network manager dapat mendistribusikan beban kerjanya ke network yang lainnya.

4)              Algoritma loadbalancing intra-grid: algoritma yang         ke          tiga               merupakan        algoritma            untuk menentukan infrastruktur yang mempunyai beban lebih yang dilakukan oleh setiap kluster dalam grid arsitektur.  

 

KESIMPULAN ANALISIS
kita bahas algoritma untuk mengatur beban kerja dalam jaringan komputasi grid. Algoritma ini digunakan dalam komputasi grid dengan beban kerja antara jaringan (intra-network, intra-cluster, intra-grid). 
Model algoritma yang dirancang memungkinkan untuk merubah arsitektur tree menjadi suatu topologi tree sebanyak empat lapis (layer). Dari topologi tersebut dapat dipecah lagi menjadi beberapa submodel: intra-network, intra-kluster, intra-grid. Dengan adanya model ini, strategi yang dibangun adalah strategi hirarki load balancing yang memberikan prioritas load balancing pada jaringan lokal.
Dengan pembangunan prototype algoritma berlapis yang telah diimplementasikan dan di analisis pada simulator grid dengan kondisi/parameter sebenarnya. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa model yang dibuat dapat membuat proses load balancing lebih baik antara PE pada grid tanpa memerlukan pengeluaran yang besar.

PERBANDINGAN KINERJA PENDEKATAN VIRTUALISASI 
 Virtualisasi
Virtualisasi, dalam dunia teknologi informasi bisa berarti banyak hal. Secara umum virtualisasi adalah teknik untuk menyembunyikan karakter fisik suatu sumber daya komputer dari cara yang digunakan oleh sistem lain, aplikasi atau pengguna untuk berinteraksi dengan sumber daya tersebut [1]. Akan tetapi, pada penelitian ini yang dimaksud dengan virtualisasi adalah apa yang biasa disebut sebagai platform virtualization. Menurut Ramanathan & Bruening, “platform virtuali-zation can be defined as the creation of a logically partitioned computing system that runs on top of an actual platform”
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tahapan-tahapan seperti diperkenalkan oleh Meier dkk. [9]. Terdapat sepuluh tahapan pada penelitian ini. Tahap pertama mengidentifikasi pertanyaan riset. Dalam hal ini menentukan apa yang menjadi pertanyaan utama dalam penelitian penelitian ini.Tahap kedua melakukan studi pustaka. Mencari dan memahami literatur mengenai virtualisasi, terutama mengenai pandekatan-pendekatan dan teknik-teknik dalam virtualisasi. Tahap ketiga mengidentifikasi lingkungan pengujian. Mencari informasi terkait hal-hal yang digunakan dalam pengujian pada penelitian ini. Ini meliputi perangkat keras, perangkat lunak, dan tools khusus lainnya.
Tahap keempat mengidentifikasi kriteria penerimaan kinerja. Menentukan kriteria kinerja sehingga suatu solusi virtualisasi dapat diterima dan layak digunakan. Tahap kelima membuat perencanaan dan perancangan pengujian. Membuat rencana dan rancangan dari skenario pengujian. Ini juga meliputi data yang digunakan untuk pengujian dan metrik yang digunakan. Tahap keenam melakukan konfigurasi lingkungan pengujian. Menyiapkan lingkungan yang digunakan untuk pengujian. Beberapa diantaranya adalah topologi jaringan, konfigurasi sistem operasi, dan konfigurasi tools untuk pengujian. Tahap ketujuh melakukan implementasi rancangan pengujian. Melakukan pembuatan scripts untuk melakukan pengujian sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan dirancang. Tahap kedelapan melakukan pengujian pada penelitian. Tahapan ini berisi aktivitas yang dilakukan pada pengujian. Tahap kesembilan melakukan analisis, laporan, dan uji ulang. Mengumpulkan data-data hasil pengujian dan melakukan analisis. Uji ulang dilakukan jika ada hasil yang dirasa kurang sesuai dengan yang diharapkan. Tahap kesepuluh menarik kesimpulan dari penelitian. Menarik kesimpulan dari hasil analisis yang dilakukan pada tahap kesembilan.
Pengujian yang dilakukan memiliki batasanbatasan. Pertama pengujian dilakukan terhadap solusi virtualisasi yang berjalan pada arsitektur x86/x86-641. Kemudian pengujian dilakukan pada solusi-solusi yang bisa didapat atau dicoba dengan gratis. Ketiga pengujian dilakukan pada solusi yang dianggap layak untuk digunakan dalam komputer server operasional. Terakhir pengujian tidak menyertakan virtualisasi dengan pendekatan hardware emulation, karena akan sangat lambat sehingga tidak cocok dengan batasan atau butir sebelumnya [5].

Perangkat keras yang digunakan dalam pengujian pada penelitian ini terbagi menjadi tiga yaitu, dua server dan satu client.

Hasil dan Pembahasan

Pengujian terbagi menjadi lima bagian, yakni pengujian pada saat native dan saat menggunakan virtualisasi dengan empat pendekatan yang berbeda. Ini berarti dari delapan solusi virtualisasi yang diujikan semua hasilnya dikelompokkan berdasarkan pendekatan yang digunakan.
Native: Pada pengujian skenario pertama dengan satu komputer, program httperf dijalankan pada komputer client agar melakukan requests kepada komputer server selama 10 detik. Hasil keluaran httperf yang perlu diperhatikan adalah besarnya data yang ditransfer oleh web server kepada httperf. Pada pengujian ini, karena skenarionya adalah dua pengunjung yang melihat dua halaman berbeda dalam satu detik maka ada dua hasil data, yaitu 12759 bytes dan 26238 bytes. Meskipun besar data yang ditransfer bukan metrik yang digunakan dalam pengujian, tetapi informasi ini bisa menunjukkan apakah pengujian-pengujian selanjutnya telah berjalan dengan benar. Apa yang menjadi metrik dalam skenario pertama adalah persentase penggunaan sumber daya CPU, sehingga program sar perlu dijalankan pada komputer server selama requests sedang berlangsung. Pada pengujian ini sendiri program sar hanya dijalankan selama 5 kali dengan interval setiap 1 detik (sar -u 1 5). Setelah selesai program sar menampilkan rata-rata penggunaan sumber daya CPU pada komputer server di mana ia dijalankan. Dikarenakan perbedaan antara pengujian native satu komputer dengan dua komputer merupakan letak dari database server maka untuk konfigurasi dua komputer program sar juga dijalankan pada komputer untuk database. Untuk skenario kompresi atau kompilasi, salah satu skenario dijalankan sebanyak minimal tiga kali lalu diambil rataratanya. Setelah tugas utama selesai dijalankan program time menampilkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas tersebut. Kedua skenario ini juga dijalankan hanya pada satu komputer karena tidak melibatkan jaringan.

 KESIMPULAN ANALISIS
Meskipun pengujian tidak bisa mewakili seluruh kasus atau skenario yang ada di dunia nyata, tetapi hasil pengujian dan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini telah menunjukkan perbedaan kinerja di antara masing-masing pendekatan virtualisasi. Suatu organisasi di mana tugas utamanya memberikan layanan yang sama pada banyak pihak, seperti perusahaan webhosting, solusisolusi virtualisasi dengan pendekatan operating system-level virtualization atau bahkan paravirtualization akan menjadi pilihan yang menarik. Pada organisasi yang memiliki sistem informasi atau aplikasi propietary kuno akan melihat solusi-solusi dengan pendekatan full virtualization lebih menarik. Organisasi serupa juga akan tertarik dengan solusi-solusi yang menggunakan pendekatan hardware-assisted virtualization apabila berencana menggunakan komputer server yang cukup baru dan CPU-nya mendukung fitur virtualisasi.
Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang dilakukan, semua hipotesis benar, kecuali pernyataan yang menyatakan apabila solusi dengan pendekatan hardware-asssited virtualization akan memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan solusi dengan pendekatan full virtualization. Di antara keduanya menunjukkan hasil kinerja yang bercampur dan hasil yang serupa juga ditunjukkan oleh penelitian Adams and Agesen [7].
Selama ada lebih dari satu komputer server yang penggunaan sumber dayanya hanya terpakai antara 10-15% seperti yang disebutkan oleh Vmware [4] dan Sun Microsystem [3], seluruh solusi dengan pendekatan apapun yang diujikan di sini menunjukkan virtualisasi bisa membuka peluang untuk konsolidasi. Ini dengan catatan pada komputer-komputer server tersebut masih tersedia ruang untuk konsolidasi.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA 1

[1]Balboni, paoli., 2009, Cloud computing for ehealth data protection issues. ENISA Working Group on Cloud Computing. 
[2]Krutz, Ronald L. And Vines, Russell Dean., 2010, CLOUD SECURITY, a comprehensive guide to secure cloud computing. Wiley Publishing Inc.
Kanada, USA.
[3]Marks, Eric A., et all, 2010, Executive’s guide to cloud computing, New Jersey: John Willey and Sons.
[4]Nurdeni, Deden A., 2010, Implementasi Teknologi SSO di Lingkungan Teknik Informatika ITS, Tugas Akhir. Jurusan Teknik Informatika ITS. Surabaya.
[5]Rifai, A., ZA, 2010, Pencurian Data di Dalam Teknologi Cloud Computing, Institut Teknologi Bandung.
[6]Setiawan, Deris, 2010, Teknologi Cloud Computing, Fasilkom, Universitas Sriwijaya.
[7]Zarlis, M., 2011, Menelaah Janji-janji Cloud Computing dalam Bidang Teknologi Informasi, Prosiding Seminar Nasional ke-3, Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara.
[8]_____, 2010,  Use cases and functional requirements for inter-cloud computing, Global Inter-Cloud Technology forum.
[10]_____, http://id.wikipedia.org/komputasi-awan, accessed: 2013-03-13.
[11]_____, http://teknik-informatika.com, accessed: 2013-03-13.
[12]_____,Wikipedia (2007n). Single sign-on - Wikipedia, the free encyclopedia. Online: http://en.wikipedia.org/wiki/Single_sign-on, accessed: 2012-0313.
[13]_____,SAML     Single     Sign-On     (SSO)     Service     for    Google                                   Apps,


 DAFTAR PUSTAKA 2

1.   I. Foster and C. Kesselman. The Grid: Blueprint for a New Computing Infrastructure. Morgan Kaufmann, 1998.
2.   Rinaldi Munir, “Diktat Kuliah IF2251: Strategi Algoritmik”, Program Studi Teknik Informatika, STEI ITB, 2006.
3.   E. Deelman A.Chervenak and al. High performance remote access to climate simulation data: a challenge problem for data grid technologies. In Proceeding. of 22th parallel computing, volume 29(10), pages 13–35, 1997.
4.   Jose Duato, “Interconnection Networks: An
Engineering Approach”, Morgan Kaufmann
Publisher, 2003.
5.   F. Berman, G. Fox, and Y. Hey. Grid
Computing: Making the Global Infrastructure a Reality. Wiley Series in Communications Networking & Distributed Systems, 2003.
6.   H.D. Karatza. Job scheduling in heterogeneous distributed systems. Journal. of Systems and Software, 56:203–212, 1994.
7.   B. Yagoubi. Dynamic load balancing for beowulf clusters. In Proceeding of the 2005 International Arab Conference On information Technology, pages 394–401, Israa University, Jordan, December 6th 8th 2005.
8.   W. Leinberger, G. Karypis, V. Kumar, and R.
Biswas. Load balancing across nearhomogeneous multi-resource servers. In 9th Heterogeneous Computing Workshop, pages 60– 71, 2000
DAFTAR PUSTAKA 3
[1]     VMware, Understanding Full Virtualization, Paravirtualization, and Hardware Assist, http://www.vmware.com/files/pdf/VMware_ paravirtualization.pdf, 2007, retrieved October 3, 2008.
[2]     R.M.            Ramanathan         &           F.           Bruening,
Virtualization –Bringing Flexibility and New Capabilities to Computing Platforms, Research & Development at Intel Corporation,  http://download.intel.com/technology/compu ting/archinnov/teraera/download/Virtualizati on_0604.pdf, 2004, retrieved September 3, 2007.
[3]     Sun Microsystem, Sun xVM Virtualization Portfolio: Virtualizing the Dynamic
Datacenter, http://www.sun.com/launch/20080910/Sun_xVMPortfolio_wp.pdf,2008, retrieved February 16, 2009.
[4]     VMware,     Virtualization—The           Most
Impactful Solution to the Data Center Power
Crisis,
http://www.vmware.com/files/pdf/Energy_Ef ficiency_WP.pdf, 2008, retrieved January 13, 2009.
[5]     M.T. Jones, Virtual Linux, An overview of virtualization methods, architectures, and implementations, IBM developer Works, http://www.ibm.com/developerworks/linux/li brary/llinuxvirt, 2006, retrieved April 28, 2007.
[6]     B. Armstrong, VMMs versus Hypervisors, http://blogs.msdn.com/virtual_pc_guy/archiv e/2006/07/10/661958.aspx, 2006, retrieved



June 23, 2007.
[7]     K. Adams & O.  Agesen, A Comparison of Software and Hardware Techniques for x86
Virtualization, http://www.vmware.com/pdf/asplos235_ada ms. pdf, 2006, retrieved May 11, 2007.
[8]     H. Fauzi, “Perbandingan Kinerja Server Melalui Virtualization Xen Pada Lingkungan
Terbatas”, Ph.D Thesis, Faculty of Computer Science, Universitas Indonesia, 2008.
[9]     J.D. Meier, et al., Performance Testing Guidance for Web Applications,  http://perftestingguide. codeplex.com/, 2007, retrieved March 9, 2008.
[10]   J. Mattson, VMware Products and Hardware-Assisted Virtualization (VTx/AMD-V), http://communities.vmware.com/docs/DOC9150, 2008, retrieved January 7, 2009.
[11]   C. Ehrhardt, Boot failures on Qemu due to P6_NOPS,
http://lkml.org/ikml/2008/7/7/2432008, retrieved February 4, 2009.








Continue reading TUGAS 2 Pengantar Komputasi Modern Analisa Jurnal (Cloud,Grid,Virtualisasi)